Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Aku tak pernah tersesat ketika berpetualang, kecuali saat masuk dalam hatimu. (anonim)
Arti kata Aku tak pernah tersesat ketika berpetualang, kecuali saat masuk dalam hatimu. (anonim) / arti Aku tak pernah tersesat ketika berpetualang, kecuali saat masuk dalam hatimu. (anonim) / definisi Aku tak pernah tersesat ketika berpetualang, kecuali saat masuk dalam hatimu. (anonim) / pengertian Aku tak pernah tersesat ketika berpetualang, kecuali saat masuk dalam hatimu. (anonim) / apa arti Aku tak pernah tersesat ketika berpetualang, kecuali saat masuk dalam hatimu. (anonim) :
Kata Kesedihan
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 86 |
| Jumlah Kata | : | 12 |
Kata Terkait
Aku tak peduli dengan cahaya yang perlahan pergi, namun aku hanya takut jika esok menjadi sepi. (anonim).
Aku tak pernah berharap agar kau menjadi milikku, namun hanya satu pintaku. Tersenyumlah dan berkata jika kita bertemu – Ia adalah orang yang selalu sayang padaku. (anonim).
Aku tak pernah ingin mengekangmu. Bebas, terserah kau, kemana mau pergi. Asal aku ikut. (Pidi Baiq)
Aku tak pernah memiliki kebijakan, saya hanya melakukan yang terbaik setiap kali dan setiap hari.
Aku tak pernah menunggumu. Kamu tak pernah sengaja datang. Tapi kita sengaja dipertemukan Tuhan. Entah untuk saling duduk berdampingan atau saling memberi pelajaran.Entah untuk saling mengirim undangan pernikahan, atau duduk bersama di pelaminan.(Rohmatik
Aku tak punya rupa cantik yang bisa menjadi pelengkapmu, namun aku juga tak mampu mencintaimu dengan cara cantik agar bisa bersanding dengan dirimu. (anonim).
Aku tak ragu mengatakan, bersama denganmu walaupun sebatas embusan angin, kunamai ia anugerah (Asma Nadia)
Aku terlalu percaya, bahwa manusia dirancang untuk terluka. Meski kini kau membangun kembali kepercayaan untukku, ada sisi logikaku yang tetap menahan. Aku takut, harapanku kembali runtuh sewaktu-waktu. (Cinta dan Rahasia Season 2)
Aku tidak ingin mengekangmy, terserah! Bebas kemana engkau pergi! \r\nAsal aku ikut (Pidi Baiq)
Aku tidak mahir untuk rela mati, tapi aku tahu cara hidup denganmu. (Fiersa Besari)