Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita cintai, maka janganlah berlebihan mencintai, agar sedihpun tidak berlebihan.
Arti kata Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita cintai, maka janganlah berlebihan mencintai, agar sedihpun tidak berlebihan. / arti Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita cintai, maka janganlah berlebihan mencintai, agar sedihpun tidak berlebihan. / definisi Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita cintai, maka janganlah berlebihan mencintai, agar sedihpun tidak berlebihan. / pengertian Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita cintai, maka janganlah berlebihan mencintai, agar sedihpun tidak berlebihan. / apa arti Allah menguji kita dengan sesuatu yang kita cintai, maka janganlah berlebihan mencintai, agar sedihpun tidak berlebihan. :
Kata Islami
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 120 |
| Jumlah Kata | : | 16 |
Kata Terkait
Aku tidak tahu cara membencimu dengan baik dan benar, seperti kau tidak tahu cara menyayangiku dengan baik dan benar. Fiersa Besari
Aku tidak terlalu peduli pada uang. Uang tidak dapat kupakai untuk membeli cinta. (John Lenon)
Alangkah indah jika setiap menit yang kita habiskan menjadi berarti. Berarti untuk orang lain pun diri sendiri.
Alat penghemat kerja yang paling populer sampai saat ini masih tetap suami yang berada. (Joey Adams)
Allah berfirman: “Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”. – (Q.S Thaha: 46)
Allah sangat paham dengan doa-doa yang kita panjatkan, bahkan pada saat kita tidak mampu menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkannya.
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. – (Al-Baqarah: 286)
Allah tidak membenci orang malas, tapi Allah mengizinkan orang rajin mengambil rezeki orang malas.
Allah, aku tahu bahwa saat aku kehilangan sesuatu engkau sedang mempersiapkan hal yang lebih baik untukku.
Ambil pelajaran dari masa lalu, tinggalkan sisanya untuk orang lain.