Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Besamamu aku tak pernah takut lagi menjadi pemimpi (Perahu Kertas, Dee Lestari)
Arti kata Besamamu aku tak pernah takut lagi menjadi pemimpi (Perahu Kertas, Dee Lestari) / arti Besamamu aku tak pernah takut lagi menjadi pemimpi (Perahu Kertas, Dee Lestari) / definisi Besamamu aku tak pernah takut lagi menjadi pemimpi (Perahu Kertas, Dee Lestari) / pengertian Besamamu aku tak pernah takut lagi menjadi pemimpi (Perahu Kertas, Dee Lestari) / apa arti Besamamu aku tak pernah takut lagi menjadi pemimpi (Perahu Kertas, Dee Lestari) :
Kata Romantis
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 79 |
| Jumlah Kata | : | 12 |
Kata Terkait
Berteman dengan orang bodoh yang tidak mengikuti ajakan hawa nafsunya adalah lebih baik bagi kalian, daripada berteman dengan orang alim tapi selalu suka terhadap hawa nafsunya. (Ibnu Attailllah as Sakandari)
Bertemu denganmu adalah takdir, menjadi temanmu adalah pilihan, tapi jatuh cinta denganmu benar-benar di luar dayaku.
Berusahalah semampumu, karena siapapun bisa menjadi sipapun.
Berusahalah untuk selalu jujur dan benar meski menyakitkan. Kejujuran hanya melukai sejenak tapi kebohongan selamanya.
Berusahalah untuk tidak menjadi manusia yang berhasil tapi berusahalah menjadi manusia yang berguna. (Albert Einstein)
Best relationship: Talk like bestfriend, play like children, argue like husband and wife, protect each other like brother and sister.
Biar saja air mata ini menguap ke udara, hingga menggumpal menjadi mendung, dan akhirnya membanjiri rumahmu yang indah. (anonim).
Biar saja air mata ini menguap ke udara, hingga menggumpal menjadi mendung, dan akhirnya membanjiri rumahmu yang indah. (anonim).
Biar saja air mata ini menguap ke udara, hingga menggumpal menjadi mendung, dan akhirnya membanjiri rumahmu yang indah. (anonim).
Biar saja kau tutup satu pintu, namun aku punya seribu jendela yang masih bisa dibuka. (anonim).