Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Cinta mengajarkan kita untuk berbahagia untuk cinta, bukan bercinta untuk bahagia.
Arti kata Cinta mengajarkan kita untuk berbahagia untuk cinta, bukan bercinta untuk bahagia. / arti Cinta mengajarkan kita untuk berbahagia untuk cinta, bukan bercinta untuk bahagia. / definisi Cinta mengajarkan kita untuk berbahagia untuk cinta, bukan bercinta untuk bahagia. / pengertian Cinta mengajarkan kita untuk berbahagia untuk cinta, bukan bercinta untuk bahagia. / apa arti Cinta mengajarkan kita untuk berbahagia untuk cinta, bukan bercinta untuk bahagia. :
Kata Cinta
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 82 |
| Jumlah Kata | : | 11 |
Kata Terkait
Cinta kasih adalah perasaan hati, yang harus diungkapkan dengan hati, bukan hanya dengan rayuan atau pujian.
Cinta memang terkadang menyakitkan, namun itu jauh lebih baik daripada hidup tanpa cinta sama sekali.
Cinta memang terkadang menyakitkan, namun itu jauh lebih baik daripada hidup tanpa cinta sama sekali.
Cinta menaklukan segalanya (Virgil)
Cinta mendatangkan cinta dan benci mendatangkan benci.
Cinta merupakan sesuai yang indah, ia laksana sebuah lukisan di awan, cerah membingkai ufuk senja.
Cinta mungkin akan memberikan luka. Tapi luka akan membuatmu lebih dewasa.
Cinta mungkin akan membuatmu terluka, tapi ia membuatmu semakin dewasa. Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu.
Cinta mungkin akan membuatmu terluka, tapi ia membuatmu semakin dewasa. Jadilah pribadi yang selalu memaafkan, terutama hatimu.
Cinta pada yang tidak mencintai. Berharap pada yang tidak pasti. Peduli pada yang tidak peduli. Sakitnya, waktu menyesal nanti. Raditya Dika