Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Dan juga sebuah perlakuan yang dilandaskan dengan ketulusan itu merupakan cinta yang murni dan sejati.
Arti kata Dan juga sebuah perlakuan yang dilandaskan dengan ketulusan itu merupakan cinta yang murni dan sejati. / arti Dan juga sebuah perlakuan yang dilandaskan dengan ketulusan itu merupakan cinta yang murni dan sejati. / definisi Dan juga sebuah perlakuan yang dilandaskan dengan ketulusan itu merupakan cinta yang murni dan sejati. / pengertian Dan juga sebuah perlakuan yang dilandaskan dengan ketulusan itu merupakan cinta yang murni dan sejati. / apa arti Dan juga sebuah perlakuan yang dilandaskan dengan ketulusan itu merupakan cinta yang murni dan sejati. :
Kata Romantis
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 102 |
| Jumlah Kata | : | 15 |
Kata Terkait
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. – (Q.S Al-Hadid: 4)
Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. – (Q.S Ad-Duha: 7)
Dan hanya senyummu yang merambat dalam ingatan, menjeratku dengan kenangan yang terjadi berulang-ulang. (anonim)
Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan tentang sesuatu: “Sesungguhnya aku akan mengerjakan ini besok pagi. kecuali (dengan menyebut): “Insya Allah”. – (Q.S Al-Kahfi: 23-24)
Dan jika memang cinta dalam diammu itu tak memiliki kesempatan untuk berbicara di dunia nyata, biarkan ia tetap diam.
dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan". – (Q.S Thaha: 114)
Dan kenyataannya kita hanya bertegur sapa, padahal dulu pernah sedekat nadi, hingga akhirnya hujan membawamu pergi. (anonim)
Dan kenyataannya kita hanya bertegur sapa, padahal dulu pernah sedekat nadi, hingga akhirnya hujan membawamu pergi. (anonim)
Dan ketika hujan turun maka kesedihan itu datang, sama seperti saat ku lihat kau berpayung berdua bersamanya dan berbagi rasa. (anonim).
Dan kopi tak pernah memilih siapa yang layak menikmatinya. Karena dihadapan kopi kita semua sama (Vergi Crush)