Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Dia baik, jadi aku takut menyakitinya (Pidi Baiq)
Arti kata Dia baik, jadi aku takut menyakitinya (Pidi Baiq) / arti Dia baik, jadi aku takut menyakitinya (Pidi Baiq) / definisi Dia baik, jadi aku takut menyakitinya (Pidi Baiq) / pengertian Dia baik, jadi aku takut menyakitinya (Pidi Baiq) / apa arti Dia baik, jadi aku takut menyakitinya (Pidi Baiq) :
Kata Romantis
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 49 |
| Jumlah Kata | : | 8 |
Kata Terkait
Dengan gagal merencanakan, Anda sedang merencanakan kegagalan. (Benjamin Franklin)
Dengan kesungguhan, kejujuran dan keikhlasan, kita bisa mendapatkan kemuliaan dalam hal apapun.
Denganmu, hatiku telah menemukan ritmenya.
Dengarkan semua orang, tapi jangan percaya semua yang mereka katakan. Kadang berguna, kadang bisa juga salah.
Di malam yang sunyi,di suasana yang sepi dan tak terasa rintik hujan pun turun entah kenapa hanya kau yang ingin kutemui, tuk mengatakan "GENTENG RUMAH LO BOCOR".
Dia hanya ingin tahu bagaimana rasanya… debaran-debaran penuh kejutan, sensasi bahagia sekaligus cemas saat bertemu, duduk bersama seseorang tanpa hal-hal romantis yang berlebihan, membahas topik-topik tidak penting seharian penuh. (Alvi Syahrin)
Dia mencintai tidak cuma dengan hati. Tapi seluruh jiwanya. Bukan basa-basi surat cinta, tidak cuma rayuan gombal, tapi fakta. Dia cinta kamu tanpa pilihandidalam seumur hidupnya (Rectoverso, Dee Lestari)
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. Bediuzzaman Said Nursi
Dialah matahari yang menghapus mendungku selama ini. (Dwitasari)
Dibalik derai air mata yang kamu cucurkan saat ini, ada gelak tawa yang menantikanmu di masa depan. Kesedihan saat ini hanyalah media belajar agar bisa tertawa lepas di masa yang akan datang.