Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Gak noleh bukan berarti sombong. Mungkin saja lehernya lagi dikunci stang. Sudahlah. (Vergi Crush)
Arti kata Gak noleh bukan berarti sombong. Mungkin saja lehernya lagi dikunci stang. Sudahlah. (Vergi Crush) / arti Gak noleh bukan berarti sombong. Mungkin saja lehernya lagi dikunci stang. Sudahlah. (Vergi Crush) / definisi Gak noleh bukan berarti sombong. Mungkin saja lehernya lagi dikunci stang. Sudahlah. (Vergi Crush) / pengertian Gak noleh bukan berarti sombong. Mungkin saja lehernya lagi dikunci stang. Sudahlah. (Vergi Crush) / apa arti Gak noleh bukan berarti sombong. Mungkin saja lehernya lagi dikunci stang. Sudahlah. (Vergi Crush) :
Kata Kesedihan
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 98 |
| Jumlah Kata | : | 14 |
Kata Terkait
Entah kenapa saat ia menghilang, seluruh dunia menjadi terpuruk. (Lamartine)
Everything that happens once can never happen again. But everything that happens twice will surely happen a third time.
Fokus pada masalahmu, kamu tak akan mendapat solusi. Fokus pada Tuhan, Dia akan memberimu solusi.
Gagal cinta bukan akhir dari segalanya, tapi merupakan awal kisah cinta yang baru.
Gaji itu sama kayak mantan, cuman lewat doang.
Gak semua yang kita harapin akan terwujud dan gak semua yang kita takutin itu akan terjadi. (Ngenest)
Gak semua yang kita harapin akan terwujud dan gak semua yang kita takutin itu akan terjadi. (Ngenest)
Galau bukanlah akhir dari segalanya. Terkadang kesedihan bisa jadi pendorong untuk menuju kesuksesan. (Tak Kemal Maka Tak Sayang)
Galau dipelihara. Kambing tuh dipelihara, bisa gemuk terus dijual (Kata Teo)
Gantungkan cita-citamu setinggi langit. (Soekarno)