Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Hidup tanpa cinta layaknya sebuah pohon yang tidak berbuah (Kahlil Gibran)
Arti kata Hidup tanpa cinta layaknya sebuah pohon yang tidak berbuah (Kahlil Gibran) / arti Hidup tanpa cinta layaknya sebuah pohon yang tidak berbuah (Kahlil Gibran) / definisi Hidup tanpa cinta layaknya sebuah pohon yang tidak berbuah (Kahlil Gibran) / pengertian Hidup tanpa cinta layaknya sebuah pohon yang tidak berbuah (Kahlil Gibran) / apa arti Hidup tanpa cinta layaknya sebuah pohon yang tidak berbuah (Kahlil Gibran) :
Kata Cinta
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 75 |
| Jumlah Kata | : | 11 |
Permalink:
satutap.link/kamus/kata_mutiara/hidup-tanpa-cinta-layaknya-sebuah-pohon-yang-tidak-berbuah/
Kata Terkait
Hidup penuh pilihan. Apa yang kamu pilih hari ini akan menentukan masa depanmu. Pilihlah yang membuatmu jadi pribadi yang lebih baik.
Hidup penuh pilihan. Tapi kamu dapat memilih untuk tidak memilih.
Hidup segan, mati tak mau. Mantan segan, hati merindu selalu.
Hidup tak lepas dari masalah yang kadang membuatmu ingin menyerah, tapi jika menyadari semua itu untuk buatmu lebih bijaksana, hidup ini indah.
Hidup tak pernah lepas dari masalah, karena masalah adalah satu cara tuhan menjadikanmu pribadi yang lebih kuat dan dewasa
Hidup tanpa cinta layaknya sebuah pohon yang tidak berbuah. (Kahlil Gibran)
Hidup tanpa tujuan tidak akan menghasilkan apapun (Hyouka)
Hidup terlalu singkat untuk dihabiskan pada dia yang tak menyadari betapa berartinya dirimu. Fokuskan diri pada mereka yang sungguh peduli padamu.
Hidup yang tidak seimbang itu adalah hidup dengan kegalauan.
Hiduplah kamu bersama manusia sebagaimana pohon yang berbuah, mereka melemparinya dengan batu, tetapi ia membalasnya dengan buah. (Abu Ahmad Al Ghazali)