Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. – (Q.S Al-Baqarah: 152)
Arti kata Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. – (Q.S Al-Baqarah: 152) / arti Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. – (Q.S Al-Baqarah: 152) / definisi Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. – (Q.S Al-Baqarah: 152) / pengertian Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. – (Q.S Al-Baqarah: 152) / apa arti Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu. – (Q.S Al-Baqarah: 152) :
Kata Islami
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 83 |
| Jumlah Kata | : | 14 |
Kata Terkait
Indahnya bulan dan bintang selalu hadir di setiap malam, tidak seperti dirimu yang meninggalkanku dalam kegelapan. (anonim).
Indahnya persahabatan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.
Indahnya persahabatan adalah saat kita memberi tak mengharapkan balasan. Ada tawa saat dalam kesedihan.
Ingatlah bahwa kamu mungkin dapat dikenal dari apa yang kamu buat, namun kamu hanya akan dicintai dari apa yang kamu beri
Ingatlah bahwa kamu mungkin dapat dikenal dari apa yang kamu buat, namun kamu hanya akan dicintai dari apa yang kamu beri
Ingatlah kebahagiaan itu tidak bergantung pada siapa Anda atau apa yang Anda miliki; kebahagiaan hanya bergantung pada apa yang Anda pikirkan. (Dale Carnige)
Ingatlah, ketika kita memutuskan BERHENTI untuk mencoba, saat itu juga kamu memutuskan untuk GAGAL.
Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. – (Q.S Yunus: 55)
Ingin ku abaikan pedih sakit sisa umurku, ketika jatuh dalam heningnya dasar hidupmu. (anonim).
Ini jalanmu, dan milikmu sendiri. Orang lain mungkin berjalan bersamamu, tapi tidak ada yang bisa menggantikan kamu berjalan. (Jalaludin Rumi)