Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring (Filosofi kopi, Dee Lestari)
Arti kata Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring (Filosofi kopi, Dee Lestari) / arti Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring (Filosofi kopi, Dee Lestari) / definisi Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring (Filosofi kopi, Dee Lestari) / pengertian Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring (Filosofi kopi, Dee Lestari) / apa arti Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring (Filosofi kopi, Dee Lestari) :
Kata Romantis
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 111 |
| Jumlah Kata | : | 16 |
Kata Terkait
Patah hati itu menyakitkan, tapi harus dilupakan. Itu hanya sementara, dan kamu bisa mulai lagi dan jadi lebih baik.
Patience, persistence and perspiration make an unbeatable combination for success.
Pecaya bahwa kamu bisa, maka kamu akan bisa melakukannya (Princess Stories)
Peduli entah darimana berasal - atau bagaimanapun perasaannya.. Selalu ada kedamaian yang kuat dalam secangkir kopi.. (Vergi Crush)
Pedulilah, jangan terbawa perasaan semua kata yang dilontarkan berjumlah tidak tetap! (Vergi Crush)
Pegang tanganku, tapi jangan terlalu erat, karena aku ingin seiring bukan digiring. (Dee Lestari – Filosofi Kopi)
Pelangi yang muncul setelah hujan adalah janji alam bahwa masa buruk telah berlalu dan masa depan akan baik-baik saja (Windry Ramadhina)
Peluang tidak datang sewaktu-waktu, Anda yang menciptakannya. (Chris Grosser)
Pembalasan terbaik adalah dengan kesuksesan besar. (Frank Sinatra)
Pembalasan tercantik untuk dia yang mengkhianati cintamu, adalah menjadi pribadi yang diinginkan oleh orang-orang yang lebih baik daripadanya. (Mario Teguh)