Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Sebagaimana kopi, kupertahankan nikmatnya, dan menikmati setiap kenikmatan yg tersaji disitu, sesuatu yg mendalam, seperti filsafat.
Arti kata Sebagaimana kopi, kupertahankan nikmatnya, dan menikmati setiap kenikmatan yg tersaji disitu, sesuatu yg mendalam, seperti filsafat. / arti Sebagaimana kopi, kupertahankan nikmatnya, dan menikmati setiap kenikmatan yg tersaji disitu, sesuatu yg mendalam, seperti filsafat. / definisi Sebagaimana kopi, kupertahankan nikmatnya, dan menikmati setiap kenikmatan yg tersaji disitu, sesuatu yg mendalam, seperti filsafat. / pengertian Sebagaimana kopi, kupertahankan nikmatnya, dan menikmati setiap kenikmatan yg tersaji disitu, sesuatu yg mendalam, seperti filsafat. / apa arti Sebagaimana kopi, kupertahankan nikmatnya, dan menikmati setiap kenikmatan yg tersaji disitu, sesuatu yg mendalam, seperti filsafat. :
Kata Filosofi
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 132 |
| Jumlah Kata | : | 16 |
Kata Terkait
Saya tidak terlalu memikirkan orang yang tak lebih bijaksana pada hari ini dibandingkan dirinya kemarin.
Sayang itu bukan sekedar nulis nama pasangan dia di bio / status. Tetapi bagaimana supaya nama itu tetap di hati walaupun ada orang lain yang menghampiri.
Seakan langit pecah menangis membasahi bumi gedung tinggi yang menjulang Ialah saksi bisu dari Rindu yang tenggelam. (silviamnque)
Seandainya jatuh cinta ada tukang parkirnya, bisa diberhentikan sebelum mentok. (Raditya Dika)
Sebab setelah hujan selalu ada seseorang yang datang sebagai pelangi, dan memelukmu. Aku ingin orang itu selamanya aku. (Kisah dari Negeri yang Menggigil, Abdurahman Faiz)
Sebagian besar orang tak seperti bagaimana mereka tampaknya, dan begitu banyak orang salah dipahami, di sisi lain manusia gampang sekali menjatuhkan penilaian. (Andrea Hirata)
Sebaik-baik rindu untuk bertemu adalah ketika kita sama-sama menjamu dalam doa yang teramu
Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bisa menjaga lisannya. Karena tak jarang ucapan menjadi bahan penilaian.
Sebelum aku menjadi seperti saat ini, aku bukanlah siapa-siapa. Namun satu hal yang kulakukan - Tak Pernah Menyerah.
Sebelum apapun, persiapan adalah kunci menuju kesuksesan. (Alexander Graham Bell)