Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Semua yang real bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat real. (Hegel)
Arti kata Semua yang real bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat real. (Hegel) / arti Semua yang real bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat real. (Hegel) / definisi Semua yang real bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat real. (Hegel) / pengertian Semua yang real bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat real. (Hegel) / apa arti Semua yang real bersifat rasional dan semua yang rasional bersifat real. (Hegel) :
Kata Filosofi
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 80 |
| Jumlah Kata | : | 12 |
Kata Terkait
Semua mimpimu akan terwujud asalkan kamu punya keberanian untuk mengejarnya. (walt disney)
Semua orang bilang turuti kata hatimu. Aku menjalankannya, dan akhirnya patah hati. (Agatha Christie).
Semua orang hidup terikat dan bergantung pada pengetahuan atau persepsinya sendiri, itu disebut kenyataan. Tetapi pengetahuan atau persepsi itu sesuatu yang samar. Bisa saja kenyataan itu hanya ilusi, semua orang hidup dalam asumsi. (Uchiha Itachi)
Semua orang memiliki cara sendiri untuk mencintai orang lain. Dan dengan cara diamlah aku mencintaimu. (ILY from 38.000 Ft)
Semua orang pernah gagal. Sebagian menyerah, sebagian bangkit kembali. Maka ada pecundang, ada pemenang. (Marshmallow Cokelat)
Senja adalah janji sebuah perpisahan yang menyedihkan tapi layak dinanti karena pesona kesempurnaannya yang rapuh, seperti kehidupan yang selalu terancam setiap saat untuk berakihir dengan patuh (Seno gumira Ajidarma)
Senja datang hanya sebentar dan membawa kegelapan.
Senja mengajariku bahwa hidup tak selamanya bahagia akan ada sepi yang harus dilalui.
Senja menyadarkanku, bahwa terang itu tak selalu menemani.
Senja yang indah butuh awan yang hitam (Paulo Cielho)