Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Terkadang, ketika seseorang terluka, yang dia butuhkan bukan kata yang mampu buatnya tertawa, tapi telinga yang mau mendengarkan.
Arti kata Terkadang, ketika seseorang terluka, yang dia butuhkan bukan kata yang mampu buatnya tertawa, tapi telinga yang mau mendengarkan. / arti Terkadang, ketika seseorang terluka, yang dia butuhkan bukan kata yang mampu buatnya tertawa, tapi telinga yang mau mendengarkan. / definisi Terkadang, ketika seseorang terluka, yang dia butuhkan bukan kata yang mampu buatnya tertawa, tapi telinga yang mau mendengarkan. / pengertian Terkadang, ketika seseorang terluka, yang dia butuhkan bukan kata yang mampu buatnya tertawa, tapi telinga yang mau mendengarkan. / apa arti Terkadang, ketika seseorang terluka, yang dia butuhkan bukan kata yang mampu buatnya tertawa, tapi telinga yang mau mendengarkan. :
Kata Pepatah
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 129 |
| Jumlah Kata | : | 18 |
Kata Terkait
Terkadang, kamu berusaha menghindari sesuatu, bukan berarti kamu membencinya. Kamu menginginkannya tapi kamu tahu bahwa itu salah.
Terkadang, kamu harus memaafkan seseorang, bukan karena kamu lemah, namun karena kamu menyadari semua orang melakukan kesalahan.
Terkadang, kepedihan harus dilalui sebelum tercapainya kebahagiaan. Tersenyumlah ketika bersedih, karena akan ada kebahagiaan setelah itu.
Terkadang, kepedihan harus dilalui sebelum tercapainya kebahagiaan. Tersenyumlah ketika bersedih, karena akan ada kebahagiaan setelah itu.
Terkadang, ketika seseorang menghilang, seluruh dunia seperti terpuruk. Lamartine
Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yang kamu cinta.
Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yang kamu cinta.
Terkadang, lebih baik mengalah, bukan karena kamu salah, tapi karena dengan mengalah, kamu tak kehilangan dia yang kamu cinta.
Terkadang, menangis hanya membuat matamu setingkat lebih jernih sebelum melihat kebahagiaan.
Terkadang, meski tahu bahwa kamu bisa hidup tanpa dia yang kamu cinta, kamu terus meyakinkan dirimu bahwa kamu tak menginginkan hal itu.