Home
PeribahasaIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKata MutiaraKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - PERIBAHASA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Adapun manikam itu jikalau jatuh ke dalam lumpur sekalipun, niscaya tiada akan hilang cahayanya
Arti kata Adapun manikam itu jikalau jatuh ke dalam lumpur sekalipun, niscaya tiada akan hilang cahayanya / arti Adapun manikam itu jikalau jatuh ke dalam lumpur sekalipun, niscaya tiada akan hilang cahayanya / definisi Adapun manikam itu jikalau jatuh ke dalam lumpur sekalipun, niscaya tiada akan hilang cahayanya / pengertian Adapun manikam itu jikalau jatuh ke dalam lumpur sekalipun, niscaya tiada akan hilang cahayanya / apa arti Adapun manikam itu jikalau jatuh ke dalam lumpur sekalipun, niscaya tiada akan hilang cahayanya :
Orang yang berasal baik itu, kalau bercampur dengan orang jahat atau jika ia menjadi orang melarat sekalipun, sifat dan bahasanya akan tetap baik
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 95 |
| Jumlah Kata | : | 14 |
Kata Terkait
Adakah buaya menolah bangkai?
Adakah dari telaga yang jernih mengalir air yang keruh?
Adakah duri dipertajam?
Adakah orangtua kehilangan tongkatnya dua kali?
Adakah telaga yang keruh mengalir air yang jernih
Adat air cair, adat api panas
Adat ayam ke lesung, adat itik ke pelimbangan
Adat bercakap berelok-elok
Adat berkawan zaman-berzaman
Adat berunding di atas rumah