Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Ada yang berkata bahwa ia sangat menyukai hujan, tetapi nyatanya ia malah berteduh saat rintiknya mulai jatuh.
Arti kata Ada yang berkata bahwa ia sangat menyukai hujan, tetapi nyatanya ia malah berteduh saat rintiknya mulai jatuh. / arti Ada yang berkata bahwa ia sangat menyukai hujan, tetapi nyatanya ia malah berteduh saat rintiknya mulai jatuh. / definisi Ada yang berkata bahwa ia sangat menyukai hujan, tetapi nyatanya ia malah berteduh saat rintiknya mulai jatuh. / pengertian Ada yang berkata bahwa ia sangat menyukai hujan, tetapi nyatanya ia malah berteduh saat rintiknya mulai jatuh. / apa arti Ada yang berkata bahwa ia sangat menyukai hujan, tetapi nyatanya ia malah berteduh saat rintiknya mulai jatuh. :
Kata Kesedihan
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 110 |
| Jumlah Kata | : | 17 |
Kata Terkait
Ada saatnya kita menjadi manusia yang kuat tapi ada kalanya kita menjadi manusia yang sok kuat.
Ada saatnya kita menjadi manusia yang kuat tapi ada kalanya kita menjadi manusia yang sok kuat.
Ada satu cara mengetahui apakah seseorang itu jujur; tanyakan padanya! jika ia menjawab YA, kau tahu ia membual. (Graucho Marx)
Ada satu hal yang pasti dan telah dibuktikan oleh sejarah. Bahwa manusia adalah makhluk yang sampai kapanpun tidak akan bisa saling memahami. (Pain)
Ada semacam ketertarikan satu sama lain di setiap persahabatan. Tidak ada persahabatan tanpa ketertarikan. Itu adalah kebenaran yang pahit. (Chanakya)
Ada yang melesat setiap kali pagi menghilang, bukan butir embun yang menggumpal di lengkung dedaunan. Melainkan wajahmu yang selalu hadir di mimpi. (Kang Maman)
Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yakni rasa (Rohmatikal Maskur)
Adalah hal yang menyenangkan ketika memiliki seseorang yang mampu buatmu tertawa bahkan ketika kamu sedang tak ingin terseyum
Adalah sepi yang akhirnya mengumpulkan lara. Menutup paksa katup bahagia, pada hati yang terbiasa oleh kecewa. (Wira Nagara)
Air mata ini tidak menetes sebagai pertanda hujan, namun hanya rasa rindu yang ingin mencari tempat untuk berpulang. (anonim).