Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yakni rasa (Rohmatikal Maskur)
Arti kata Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yakni rasa (Rohmatikal Maskur) / arti Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yakni rasa (Rohmatikal Maskur) / definisi Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yakni rasa (Rohmatikal Maskur) / pengertian Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yakni rasa (Rohmatikal Maskur) / apa arti Ada yang tak tenggelam ketika senja datang, yakni rasa (Rohmatikal Maskur) :
Kata Romantis
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 74 |
| Jumlah Kata | : | 11 |
Kata Terkait
Ada satu cara mengetahui apakah seseorang itu jujur; tanyakan padanya! jika ia menjawab YA, kau tahu ia membual. (Graucho Marx)
Ada satu hal yang pasti dan telah dibuktikan oleh sejarah. Bahwa manusia adalah makhluk yang sampai kapanpun tidak akan bisa saling memahami. (Pain)
Ada semacam ketertarikan satu sama lain di setiap persahabatan. Tidak ada persahabatan tanpa ketertarikan. Itu adalah kebenaran yang pahit. (Chanakya)
Ada yang berkata bahwa ia sangat menyukai hujan, tetapi nyatanya ia malah berteduh saat rintiknya mulai jatuh.
Ada yang melesat setiap kali pagi menghilang, bukan butir embun yang menggumpal di lengkung dedaunan. Melainkan wajahmu yang selalu hadir di mimpi. (Kang Maman)
Adalah hal yang menyenangkan ketika memiliki seseorang yang mampu buatmu tertawa bahkan ketika kamu sedang tak ingin terseyum
Adalah sepi yang akhirnya mengumpulkan lara. Menutup paksa katup bahagia, pada hati yang terbiasa oleh kecewa. (Wira Nagara)
Air mata ini tidak menetes sebagai pertanda hujan, namun hanya rasa rindu yang ingin mencari tempat untuk berpulang. (anonim).
Akan ada suatu masa dimana semua orang akan saling memahami satu dengan yang lainnya (Jiraiya)
Akan ku kembalikan cahaya yang dulu pernah kau titipkan, karena kini gelap lebih membuat hatiku lebih tenang. (anonim).