Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Belajarlah tuk mengagumi PELANGI setelah kamu mengeluh derasnya HUJAN. Seperti halnya mencintai lagi meski hatimu pernah terluka.
Arti kata Belajarlah tuk mengagumi PELANGI setelah kamu mengeluh derasnya HUJAN. Seperti halnya mencintai lagi meski hatimu pernah terluka. / arti Belajarlah tuk mengagumi PELANGI setelah kamu mengeluh derasnya HUJAN. Seperti halnya mencintai lagi meski hatimu pernah terluka. / definisi Belajarlah tuk mengagumi PELANGI setelah kamu mengeluh derasnya HUJAN. Seperti halnya mencintai lagi meski hatimu pernah terluka. / pengertian Belajarlah tuk mengagumi PELANGI setelah kamu mengeluh derasnya HUJAN. Seperti halnya mencintai lagi meski hatimu pernah terluka. / apa arti Belajarlah tuk mengagumi PELANGI setelah kamu mengeluh derasnya HUJAN. Seperti halnya mencintai lagi meski hatimu pernah terluka. :
Kata Cinta
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 129 |
| Jumlah Kata | : | 17 |
Kata Terkait
Belajar bukan hanya mengetahui apa yang harus dilakukan, tapi melakukan apa yang sudah kita ketahui.
Belajar itu pake buku, buku itu dari kertas, kertas dari kayu. Mari kita dukung anti global warming dengan tidak blajar menggunakan buku. Hahay!
Belajar jadi pemaaf, berhenti jadi pembenci.Belajar betulkan diri, berhenti salahkan orang. Hidup kita jadi lebih tenang.
Belajarlah dari bulu ketek, walaupun selalu terhimpit tapi tetap tegar bertahan dan tetap tumbuh.
Belajarlah dari kesalahan di masa lalu, mencoba dengan cara yang berbeda, dan selalu berharap untuk sebuah kesuksesan di masa depan. (K~On!)
Belum sempat ku nyatakan cinta padamu, ternyata lebih dulu ku lihat di balik jendela matamu, jika kau sedang bersama dia. (anonim).
Bencana alam terjadi diluar kendali kita, yang ada dalam kendali kita adalah sikap kita dalam menghadapi masalah tersebut
berani menghadapi takdir karena sejatinya takdir memang sudah digariskan namun kita hanya perlu keberanian untuk menjalani. (Brave)
Berbagi setiap kebaikan yang dimiliki adalah cara termudah untuk disayangi, oleh sesama manusia pun oleh Tuhan yang Maha Penyayang.
Berbahagialah orang yang dapat menjadi tuan bagi dirinya, menjadi pemandu untuk nafsunya, dan menjadi kapten untuk bahtera hidupnya. (Ali Bin Abi Tholib)