Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Dibalik kata istiqomah ada perjuangan yang kuat, pengorbanan yang banyak dan doa yang tidak pernah berhenti.
Arti kata Dibalik kata istiqomah ada perjuangan yang kuat, pengorbanan yang banyak dan doa yang tidak pernah berhenti. / arti Dibalik kata istiqomah ada perjuangan yang kuat, pengorbanan yang banyak dan doa yang tidak pernah berhenti. / definisi Dibalik kata istiqomah ada perjuangan yang kuat, pengorbanan yang banyak dan doa yang tidak pernah berhenti. / pengertian Dibalik kata istiqomah ada perjuangan yang kuat, pengorbanan yang banyak dan doa yang tidak pernah berhenti. / apa arti Dibalik kata istiqomah ada perjuangan yang kuat, pengorbanan yang banyak dan doa yang tidak pernah berhenti. :
Kata Motivasi
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 108 |
| Jumlah Kata | : | 16 |
Kata Terkait
Dia hanya ingin tahu bagaimana rasanya… debaran-debaran penuh kejutan, sensasi bahagia sekaligus cemas saat bertemu, duduk bersama seseorang tanpa hal-hal romantis yang berlebihan, membahas topik-topik tidak penting seharian penuh. (Alvi Syahrin)
Dia mencintai tidak cuma dengan hati. Tapi seluruh jiwanya. Bukan basa-basi surat cinta, tidak cuma rayuan gombal, tapi fakta. Dia cinta kamu tanpa pilihandidalam seumur hidupnya (Rectoverso, Dee Lestari)
Dia yang menciptakan mata nyamuk adalah Dzat yang menciptakan matahari. Bediuzzaman Said Nursi
Dialah matahari yang menghapus mendungku selama ini. (Dwitasari)
Dibalik derai air mata yang kamu cucurkan saat ini, ada gelak tawa yang menantikanmu di masa depan. Kesedihan saat ini hanyalah media belajar agar bisa tertawa lepas di masa yang akan datang.
Dibalik setiap kesedihan, terdapat kebahagiaan. Serahkan segala urusan kepada Tuhan. Biarkan waktu dan kehidupan berjalan.
Dilihat dari garis wajah, jangankan aura-aura jahat. Aura kasih pun kalah dengan kecantikanmu.
Dimana ada kelebihan disitu ada kembalian.
Dirimu layaknya bintang sejati, yang terus bersinar di langit malam. Sementara aku hanyalah kerdil yang ingin mati, mengharap cintamu yang tak kunjung datang. (anonim).
Dirimu yang sebenarnya adalah apa yang kamu lakukan disaat tiada orang yang melihatmu (Ali bin Ibu Thalib)