Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Dua pejuang yang paling kuat adalah kesabaran dan waktu. (Leo Tolstoy)
Arti kata Dua pejuang yang paling kuat adalah kesabaran dan waktu. (Leo Tolstoy) / arti Dua pejuang yang paling kuat adalah kesabaran dan waktu. (Leo Tolstoy) / definisi Dua pejuang yang paling kuat adalah kesabaran dan waktu. (Leo Tolstoy) / pengertian Dua pejuang yang paling kuat adalah kesabaran dan waktu. (Leo Tolstoy) / apa arti Dua pejuang yang paling kuat adalah kesabaran dan waktu. (Leo Tolstoy) :
Kata Filosofi
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 70 |
| Jumlah Kata | : | 11 |
Kata Terkait
Doa bukanlah hanya sekedar kalimat yang diucapkan, tetapi ia adalah sebuah harapan.
Doa dalam rinduku selalu saja mendahului datangnya mentari. Berbisik lembut kepadaNya agar dipertemukan lagi dengan cahayaNya, meskipun tak pernah sama.
Doctors can treat you, but only Allah can heal you.
Dream as if you will live forever. Live as if you will die today.
Dua orang tak bisa lagi menjadi teman kalau mereka tak bisa memaafkan kegagalan satu sama lain. (Jean de la Bruyere)
Dua puluh tahun dari sekarang, Anda akan lebih dikecewakan oleh hal-hal yang tidak Anda lakukan dibanding hal-hal yang telah Anda lakukan. (Mark Twain)
Dunia adalah komedi bagi mereka yan memikirkannya, atau tragedi bagi mereka yang merasakannya. (Harace Walpole)
Dunia adalah surga orang kafir. Sesuatu yang cepat (dunia) itu adalah cita-citanya, kematian adalah kesengsaraannya dan neraka adalah tujuannya. (Ali bin Abi Thalib)
Dunia hanyalah cita-cita yang sirna, ajal yang berkurang dan jalan menuju akhirat, serta perjalanan menuju kematian. (Umar bin Khatab)
Dunia ini hanya memiliki tiga hari. Hari kemarin, ia telah pergi dengan semua yang menyertainya. Hari esok, kamu mungkin tak pernah menemuinya. Hari ini, itulah yang kamu miliki, maka beramal lah di hari ini. (Hasan Al-Bashri)