Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Kita mencintai karena hanya itulah satu satunya petualangan. (Nikki Giovani)
Arti kata Kita mencintai karena hanya itulah satu satunya petualangan. (Nikki Giovani) / arti Kita mencintai karena hanya itulah satu satunya petualangan. (Nikki Giovani) / definisi Kita mencintai karena hanya itulah satu satunya petualangan. (Nikki Giovani) / pengertian Kita mencintai karena hanya itulah satu satunya petualangan. (Nikki Giovani) / apa arti Kita mencintai karena hanya itulah satu satunya petualangan. (Nikki Giovani) :
Kata Cinta
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 76 |
| Jumlah Kata | : | 10 |
Permalink:
satutap.link/kamus/kata_mutiara/kita-mencintai-karena-hanya-itulah-satu-satunya-petualangan/
Kata Terkait
Kita hidup pada masa kini, kita bermimpi untuk masa depan, tapi kita belajar kebenaran abadi dari masa lalu. - Mark (Inazuma Eleven)
Kita jangan menyerah dan jangan membiarkan masalah mengalahkan kita. (Abdul Kalam)
Kita lebih hidup ketika kita sedang jatuh cinta. (John Updike)
Kita memang tidak selalu mendapatkan apa yang kita inginkan, namun percayalah, Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan.
Kita memiliki anugerah cinta yang sangat berharga seperti tanaman. Anda tidak dapat membiarkannya tumbuh sendiri, melainkan harus tetap disiram dan dipupuk. Anda benar-benar harus merawatnya jika benar-benar ingin tumbuhan tersebut tidak mati. (John Lenno
Kita mencintai seseorang bukan karena dia sempurna, tapi untuk belajar dan saling memahami serta melengkapi ketidaksempurnaan kita.
Kita mencintai seseorang bukan karena dia sempurna, tapi untuk belajar dan saling memahami serta melengkapi ketidaksempurnaan kita.
Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut. (Maria Montessori)
Kita menjadi bijak bukan karena pengalaman di masa lalu, tetapi karena tanggung jawab akan masa depan. (George Bernard Shaw)
Kita menua, lalu melupa, dan dilupakan (Husnulhoy)