Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Memahami diri sendiri adalah awal dari segala kebijaksanaan (Aristoteles).
Arti kata Memahami diri sendiri adalah awal dari segala kebijaksanaan (Aristoteles). / arti Memahami diri sendiri adalah awal dari segala kebijaksanaan (Aristoteles). / definisi Memahami diri sendiri adalah awal dari segala kebijaksanaan (Aristoteles). / pengertian Memahami diri sendiri adalah awal dari segala kebijaksanaan (Aristoteles). / apa arti Memahami diri sendiri adalah awal dari segala kebijaksanaan (Aristoteles). :
Kata Filosofi
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 74 |
| Jumlah Kata | : | 9 |
Permalink:
satutap.link/kamus/kata_mutiara/memahami-diri-sendiri-adalah-awal-dari-segala-kebijaksanaan/
Kata Terkait
Mau jadi apapun kamu kelak, pastikan kamu tidak akan membuat dirimu sendiri malu (Abraham Lincoln)
Melangkahlah dengan hati-hati dan taktis yang bagus, dan ingat bahwa hidup adalah aksi keseimbangan yang hebat. (Dr. Seuss)
Melihat ke belakang agar lebih pintar, ke depan agar lebih dewasa, ke bawah agar lebih bijaksana, ke atas agar lebih kuat.
Melihatlah keatas untuk urusan akhiratmu dan melihatla kebawah untuk urusan duniamu, maka hidupmu akan tentram.
Memadamkan api itu gampang. Yang susah itu adalah memadamkan kesombongan. (Air & Api (Si Jago Merah 2))
Memang akan sulit bagiku untuk melupakanmu, namun biarlah waktu yang nanti akan mengurusnya
Memang akan sulit bagiku untuk melupakanmu, namun biarlah waktu yang nanti akan mengurusnya.
Memang benar kalau hujan itu di rindukan, datang membawa ketenangan lalu pergi menjadi kenangan. (Zulfahaikal)
Memang cinta tidak selalu berpihak kepadaku, hanyalah benci yang ada dalam dada ini.
Memang sulit untuk bersabar, tapi menyia-nyiakan pahala dari sebuah kesabaran itu jauh lebih buruk. (Abu Bakar Al-Shiddiq)