Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Narima ing pandum (menerima segala rintangan dengan ikhlas – (pepatah jawa)
Arti kata Narima ing pandum (menerima segala rintangan dengan ikhlas – (pepatah jawa) / arti Narima ing pandum (menerima segala rintangan dengan ikhlas – (pepatah jawa) / definisi Narima ing pandum (menerima segala rintangan dengan ikhlas – (pepatah jawa) / pengertian Narima ing pandum (menerima segala rintangan dengan ikhlas – (pepatah jawa) / apa arti Narima ing pandum (menerima segala rintangan dengan ikhlas – (pepatah jawa) :
Kata Pepatah
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 75 |
| Jumlah Kata | : | 11 |
Kata Terkait
Mungkin kita dilahirkan untuk kalah, tetapi kita tidak dilahirkan untuk menyerah. (Suck Seed)
Mungkin tanganmu tak pernah merasakan kesepian. Tapi jika merasakannya, sahabatku, ketahuilah bahwa tanganku selalu ada untuk kamu genggam. (Samantha King)
Mungkinkah aku jadi orang yang paling bahagia, jika masih bersamamu? (anonim).
Nafsu hanya akan memberikan kebahagiaan sesaat. Tetapi cinta yang tulus dan sejati akan memberikan kebahagiaan selamanya. (B.J Habibie)
Nanti kalau naik motor kamu pegangan sama aku yah, kalau kamu jatuh nanti aku dikira buang sampah sembarangan lagi.
Never mind what others do; do better than yourself, beat your own record from day to day, and you are a success.
Niat adalah ukuran dalam menilai benarnya suatu perbuatan, oleh karenanya, ketika niatnya benar, maka perbuatan itu benar, dan jika niatnya buruk, maka perbuatan itu buruk. Imam An Nawawi
Nimu Luang Tina Burang.” (Semua Kejadian Pasti Ada hikmah Kalau Kamu Bisa Menyikapinya – (Pepatah Sunda)
Nyawa manusia itu ada batasnya. Batasan itulah yang bisa membuat seseeorang berjuang dalam hidupnya. Tetap smangat sahabatku!
Of the blessings set before you make your choice, and be content.