Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Pada hakikatnya pulang bukan hanya kembali ke rumah, tapi kembali keatas sejadah membisikan rindu kepada sang pemberi rasa.
Arti kata Pada hakikatnya pulang bukan hanya kembali ke rumah, tapi kembali keatas sejadah membisikan rindu kepada sang pemberi rasa. / arti Pada hakikatnya pulang bukan hanya kembali ke rumah, tapi kembali keatas sejadah membisikan rindu kepada sang pemberi rasa. / definisi Pada hakikatnya pulang bukan hanya kembali ke rumah, tapi kembali keatas sejadah membisikan rindu kepada sang pemberi rasa. / pengertian Pada hakikatnya pulang bukan hanya kembali ke rumah, tapi kembali keatas sejadah membisikan rindu kepada sang pemberi rasa. / apa arti Pada hakikatnya pulang bukan hanya kembali ke rumah, tapi kembali keatas sejadah membisikan rindu kepada sang pemberi rasa. :
Kata Kesedihan
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 123 |
| Jumlah Kata | : | 18 |
Kata Terkait
Pacaran: aku sayang kamu. | LDR: aku kangen kamu. | jomblo: akuu ini siapaaaa, yaaa tuhaan?
Pada akhirnya bukanlah tahun-tahun sepanjang hidupmu yang bermakna, namun hidupmu sepanjang tahun-tahunn itu. (Abraham Lincoln)
Pada akhirnya orang-orang yang jatuh cinta akan kembali pada Tuhan. setelah ia jauh mencari, pada akhirnya ia hanya bisa meminta (Kurniawan Gunadi)
Pada akhirnya sakit membawa kita untuk selalu ingat kematian, segeralah memperbaiki diri.
Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan (Raditya Dika)
Pada usia berapa pun hati manusia terbuka bagi hati yang juga terbuka baginya
Pada waktunya, dunia hanya perlu tahu kalau kita hebat. Kebahagiaan tidak membutuhkan penilaian orang lain. (Fiersa Besari)
Padahal di weekend maupun libur panjang mereka kencing dimari, buang hajat dimari, buang sampah dimari. Masih mau bilang sampah kiriman bogor? (Vergi Crush)
Pagi mengajarkan kita bahwa segala sesuatu selalu diawali dengan rasa syukur dan embun adalah tanda keiklasannya. (Harly Umboh)
Paling mudah menunjuk kesalahan orang lain. Paling sulit mengakui dan belajar dari kesalahan diri sendiri.