Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Sejatinya wanita hanya butuh seorang lelaki yang ketika bertatap dengannya ada rasa tanggung jawab. (KutipanPena)
Arti kata Sejatinya wanita hanya butuh seorang lelaki yang ketika bertatap dengannya ada rasa tanggung jawab. (KutipanPena) / arti Sejatinya wanita hanya butuh seorang lelaki yang ketika bertatap dengannya ada rasa tanggung jawab. (KutipanPena) / definisi Sejatinya wanita hanya butuh seorang lelaki yang ketika bertatap dengannya ada rasa tanggung jawab. (KutipanPena) / pengertian Sejatinya wanita hanya butuh seorang lelaki yang ketika bertatap dengannya ada rasa tanggung jawab. (KutipanPena) / apa arti Sejatinya wanita hanya butuh seorang lelaki yang ketika bertatap dengannya ada rasa tanggung jawab. (KutipanPena) :
Kata Romantis
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 113 |
| Jumlah Kata | : | 15 |
Kata Terkait
Sedikit bicara banyak bekerja. Sedikit bekerja tidak bisa bicara.
Seekor burung hantu yang bijaksana duduk di sebatang dahan. Semakin banyak ia melihat, Semakin sedikit ia berbicara.. Semakin sedikit ia bicara, Semakin banyak ia mendengar.. Mengapa kita tak seperti burung hantu yang bijaksana itu? (Edward Mersey Ricards
Segala sesuatu terjadi karena sebuah alasan. Meski kadang kamu tak mengerti alasannya, tapi dia selalu memberimu sebuah pelajaran.
Segala yang terjadi adalah pengalaman berarti. Jangan sesali, tapi ingatlah pelajaran yang diberi, terutama untuk hal yang telah melukai hati.
Sejarah manusia merupakan tanah pemakaman dari kebudayaan-kebudaya an yang tinggi, yang rontok karena mereka tidak mampu melakukan reaksi sukarela yang terencana dan rasional untuk menghadapi tantangan. (Erich Fromm)
Sejauh apapun kamu mencintai manusia jangan sampai cinta tersebut melupakanmu kepada Allah swt.
Sejujurnya, aku merasa sangat bodoh karena mempertahankan sesuatu yang terus menerus menyakitiku. Anonim
Sekali mendayung, dua tiga hari pegelnya gak hilang - hilang.
Sekaya apapun, tanpa rasa berkecukupan akan melelahkan. Lelah terus berlomba lari mengejar keinginan yang tak berkesudahan. (Adjie Silarus)
Sekecil apapun kebaikan yang kita lakukan tak kan pernah sia-sia. Kebaikan akan berbalas kebaikan.