Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Tak perlu kamu sesali kesalahan masa lalu. Karena semakin lama kamu sesali, semakin lama kamu hidup dalam kesedihan. Maafkan, dan lupakan!
Arti kata Tak perlu kamu sesali kesalahan masa lalu. Karena semakin lama kamu sesali, semakin lama kamu hidup dalam kesedihan. Maafkan, dan lupakan! / arti Tak perlu kamu sesali kesalahan masa lalu. Karena semakin lama kamu sesali, semakin lama kamu hidup dalam kesedihan. Maafkan, dan lupakan! / definisi Tak perlu kamu sesali kesalahan masa lalu. Karena semakin lama kamu sesali, semakin lama kamu hidup dalam kesedihan. Maafkan, dan lupakan! / pengertian Tak perlu kamu sesali kesalahan masa lalu. Karena semakin lama kamu sesali, semakin lama kamu hidup dalam kesedihan. Maafkan, dan lupakan! / apa arti Tak perlu kamu sesali kesalahan masa lalu. Karena semakin lama kamu sesali, semakin lama kamu hidup dalam kesedihan. Maafkan, dan lupakan! :
Kata Kesedihan
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 138 |
| Jumlah Kata | : | 21 |
Kata Terkait
Tak peduli seberapa jauh kamu berjalan ke arah yang salah, selalu ada kesempatan untuk membalikkan jalan hidupmu.
Tak peduli seberapa keras kamu mencoba, kamu tak akan pernah bisa menyangkal apa yang kamu rasa.
Tak peduli siapa yang buatmu patah hati atau berapa lama yang dibutuhkan untuk sembuh, kamu tak akan bisa melewatinya tanpa sahabat!
Tak perlu bersedih akan kekurangan. Ketahuilah, Tuhan pasti memberi kelebihan kepada setiap orang yang memiliki kekurangan.
Tak perlu bersedih ketika impian tidak menjadi kenyataan. Bersyukurlah bahwa mimpi burukpun tidak menjadi kenyataan.
Tak perlu kau cari diriku lagi, karena aku masih disini, mengamati dan memastikan jika kau bahagia dengannya. (anonim).
Tak perlu khawatirkan hari esok yang belum tiba, tapi persiapkan dirimu dan pikirkan bagaimana cara menghadapinya.
Tak perlu membakar selimut yang baru hanya karena seekor kutu, bergitu pula aku tidak perlu membuang muka darimu hanya karena kesalahan yang sesungguhnya tidak berarti.
Tak perlu mengharap imbalan ketika hendak berbagi. Karena imbalan itu sudah pasti kamu dapatkan, yaitu kebahagiaan dan ketentraman hati.
Tak perlu menjadi orang lain ketika ingin di puja atau dipuji, karena yang terpenting adalah ketika dirimu mampu menerima segala kekuranganmu dengan lapang dada.