Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi (KT Witten)
Arti kata Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi (KT Witten) / arti Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi (KT Witten) / definisi Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi (KT Witten) / pengertian Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi (KT Witten) / apa arti Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi (KT Witten) :
Kata Motivasi
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 93 |
| Jumlah Kata | : | 14 |
Kata Terkait
Meskipun hati ini tidak siap untuk merindumu, dan meskipun raga ini tidak siap tanpamu, namun ku berharap yang terbaik untukmu. (Endank Soekamti)
Miliki hati yang tak pernah membenci, senyuman yang tak pernah menyakiti dan kasih sayang yang tak pernah berakhir.
Miliki pemikiran yang kuat, tapi selalu tempatkan hatimu lebih kuat. Karena pada akhirnya, perasaan selalu mampu mengalahkan logika.
Mimpi tidak akan terwujud dengan sendirinya. Kamu harus segera bangkit dan berupaya untuk mewujudkannya.
Mimpi tidak pernah menyakiti siapa pun jika dia terus bekerja tepat di belakang mimpinya untuk mewujudkannya semaksimal mungkin. (F. W. Woolworth)
Mudah bagimu berpaling dan mencari penggantiku yang malang, sementara aku terpuruk sendiri meratapi duniaku yang begitu kelam. (anonim).
Mulailah dengan tujuan dalam pikiran. (Stephen Covey)
Mungkin aku terlalu lama memburu waktu, hingga berharap waktu juga mampu membunuh rasa untukku. (anonim).
Mungkin aku tidak tahu betapa berharganya dirimu, hingga sampai suatu saat kau meninggalkanku. (anonim).
Mungkin diri ini terlalu sabar atau dungu, hingga tak tahu waktu menunggumu dan berharap ia akan mengembalikanmu. (anonim).