Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Mudah bagimu berpaling dan mencari penggantiku yang malang, sementara aku terpuruk sendiri meratapi duniaku yang begitu kelam. (anonim).
Arti kata Mudah bagimu berpaling dan mencari penggantiku yang malang, sementara aku terpuruk sendiri meratapi duniaku yang begitu kelam. (anonim). / arti Mudah bagimu berpaling dan mencari penggantiku yang malang, sementara aku terpuruk sendiri meratapi duniaku yang begitu kelam. (anonim). / definisi Mudah bagimu berpaling dan mencari penggantiku yang malang, sementara aku terpuruk sendiri meratapi duniaku yang begitu kelam. (anonim). / pengertian Mudah bagimu berpaling dan mencari penggantiku yang malang, sementara aku terpuruk sendiri meratapi duniaku yang begitu kelam. (anonim). / apa arti Mudah bagimu berpaling dan mencari penggantiku yang malang, sementara aku terpuruk sendiri meratapi duniaku yang begitu kelam. (anonim). :
Kata Kesedihan
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 136 |
| Jumlah Kata | : | 18 |
Kata Terkait
Miliki hati yang tak pernah membenci, senyuman yang tak pernah menyakiti dan kasih sayang yang tak pernah berakhir.
Miliki pemikiran yang kuat, tapi selalu tempatkan hatimu lebih kuat. Karena pada akhirnya, perasaan selalu mampu mengalahkan logika.
Mimpi tidak akan terwujud dengan sendirinya. Kamu harus segera bangkit dan berupaya untuk mewujudkannya.
Mimpi tidak pernah menyakiti siapa pun jika dia terus bekerja tepat di belakang mimpinya untuk mewujudkannya semaksimal mungkin. (F. W. Woolworth)
Mimpimu tidak mempunyai tanggal kadaluarsa. Ambil nafas dalam dalam dan coba lagi (KT Witten)
Mulailah dengan tujuan dalam pikiran. (Stephen Covey)
Mungkin aku terlalu lama memburu waktu, hingga berharap waktu juga mampu membunuh rasa untukku. (anonim).
Mungkin aku tidak tahu betapa berharganya dirimu, hingga sampai suatu saat kau meninggalkanku. (anonim).
Mungkin diri ini terlalu sabar atau dungu, hingga tak tahu waktu menunggumu dan berharap ia akan mengembalikanmu. (anonim).
Mungkin kau bisa pergi dan merajut kasih dengan dirinya. Namun ingatlah raga ini, mungkin akan ditikam sejuta sesak dengan hati bersimbah darah. (anonim).