Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Bukan gunung yang harus kita taklukan tapi diri kita sendiri (Edmund Hillary)
Arti kata Bukan gunung yang harus kita taklukan tapi diri kita sendiri (Edmund Hillary) / arti Bukan gunung yang harus kita taklukan tapi diri kita sendiri (Edmund Hillary) / definisi Bukan gunung yang harus kita taklukan tapi diri kita sendiri (Edmund Hillary) / pengertian Bukan gunung yang harus kita taklukan tapi diri kita sendiri (Edmund Hillary) / apa arti Bukan gunung yang harus kita taklukan tapi diri kita sendiri (Edmund Hillary) :
Kata Motivasi
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 77 |
| Jumlah Kata | : | 12 |
Permalink:
satutap.link/kamus/kata_mutiara/bukan-gunung-yang-harus-kita-taklukan-tapi-diri-kita-sendiri/
Kata Terkait
Buat apa merisikokan patah hati untuk orang yang nggak benar-benar membuatmu jatuh hati (Christian Simamora)
Buat apa punya uang kalau nggak bisa berguna buat orang banyak. (Air dan Api (Si Jago Merah 2))
Buat hidupmu sempurna, dengan membuat orang disekitarmu bahagia. Dan percayalah, akan ada banyak cinta yang datang menghampiri.
Buat hidupmu sempurna, dengan membuat orang disekitarmu bahagia. Dan percayalah, akan ada banyak cinta yang datang menghampiri.
Bukan banyaknya panah yang menentukan kemenangan tapi tajam panah dan tujuannya yang menentukan.
Bukan hal yang egois jika kamu mencintai diri sendiri, perhatian dengan diri sendiri, dan membuat kebahagiaanmu menjadi sebuah prioritas. Itu adalah kebutuhan. (Mandy Hale)
Bukan hanya rahasia yang pandai kusimpan. Tapi perasaanpun juga. (Cinta dan Rahasia)
Bukan waktu yang tak bisa mengartikan, dan bukan pula jarak yang bisa memisahkan, namun kehadiran orang ketigalah yang salah kau genggam. (anonim).
Bukankah hidup ini sebetulnya mudah? Jika rindu, datangi. Jika tidak senang, ungkapkan. Jika cemburu, tekankan. Jika lapar, makan. Jika mulas, buang air. Jika salah, betulkan. Jika suka, nyatakan. Jika sayang, tunjukkan. Manusianya yang sering kali memper
Bukankah kehidupan sendiri adalah bahagia dan sedih? Bahagia karena napas mengalir dan jantung berdetak, sedih karena pikiran diliputi bayang-bayang. (W.S Rendra)