Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Kita selalu bisa memaafkan tanpa harus melupakan, tapi kita tidak akan benar-benar bisa melupakan tanpa memaafkan.
Arti kata Kita selalu bisa memaafkan tanpa harus melupakan, tapi kita tidak akan benar-benar bisa melupakan tanpa memaafkan. / arti Kita selalu bisa memaafkan tanpa harus melupakan, tapi kita tidak akan benar-benar bisa melupakan tanpa memaafkan. / definisi Kita selalu bisa memaafkan tanpa harus melupakan, tapi kita tidak akan benar-benar bisa melupakan tanpa memaafkan. / pengertian Kita selalu bisa memaafkan tanpa harus melupakan, tapi kita tidak akan benar-benar bisa melupakan tanpa memaafkan. / apa arti Kita selalu bisa memaafkan tanpa harus melupakan, tapi kita tidak akan benar-benar bisa melupakan tanpa memaafkan. :
Kata Pepatah
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 114 |
| Jumlah Kata | : | 17 |
Kata Terkait
Kita mencintai seseorang bukan karena dia sempurna, tapi untuk belajar dan saling memahami serta melengkapi ketidaksempurnaan kita.
Kita mengajarkan disiplin untuk giat, untuk bekerja, untuk kebaikan, bukan agar anak-anak menjadi loyo, pasif, atau penurut. (Maria Montessori)
Kita menjadi bijak bukan karena pengalaman di masa lalu, tetapi karena tanggung jawab akan masa depan. (George Bernard Shaw)
Kita menua, lalu melupa, dan dilupakan (Husnulhoy)
Kita merancang, Allah juga merancang, dan perancangan Allah itulah yang lebih baik. Redhalah dan tabah, semua yang berlaku ada hikmah. (Yum Juri)
Kita semua membuat kesalahan, namun selama kamu melepaskan masa lalu, kamu akan punya masa depan yang cerah.
Kita sering kecewa, karena mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan karena betul-betul mencintai orangnya. (Mario Teguh)
Kita tak bisa hidup tanpa teman, tapi kita tidak bisa menjadikan semua orang teman.
Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu. (Rectoverso)
Kita terlalu takut untuk memerhatikan berlebihan seseorang yang sama sekali tidak peduli. (Eleanor Roosevelt)