Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Kita sering kecewa, karena mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan karena betul-betul mencintai orangnya. (Mario Teguh)
Arti kata Kita sering kecewa, karena mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan karena betul-betul mencintai orangnya. (Mario Teguh) / arti Kita sering kecewa, karena mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan karena betul-betul mencintai orangnya. (Mario Teguh) / definisi Kita sering kecewa, karena mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan karena betul-betul mencintai orangnya. (Mario Teguh) / pengertian Kita sering kecewa, karena mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan karena betul-betul mencintai orangnya. (Mario Teguh) / apa arti Kita sering kecewa, karena mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan karena betul-betul mencintai orangnya. (Mario Teguh) :
Kata Cinta
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 127 |
| Jumlah Kata | : | 17 |
Kata Terkait
Kita menjadi bijak bukan karena pengalaman di masa lalu, tetapi karena tanggung jawab akan masa depan. (George Bernard Shaw)
Kita menua, lalu melupa, dan dilupakan (Husnulhoy)
Kita merancang, Allah juga merancang, dan perancangan Allah itulah yang lebih baik. Redhalah dan tabah, semua yang berlaku ada hikmah. (Yum Juri)
Kita selalu bisa memaafkan tanpa harus melupakan, tapi kita tidak akan benar-benar bisa melupakan tanpa memaafkan.
Kita semua membuat kesalahan, namun selama kamu melepaskan masa lalu, kamu akan punya masa depan yang cerah.
Kita tak bisa hidup tanpa teman, tapi kita tidak bisa menjadikan semua orang teman.
Kita tak tahu dan tak pernah pasti tahu hingga semuanya berlalu. Benar atau salah, dituruti atau tidak dituruti, pada akhirnya yang bisa membuktikan cuma waktu. (Rectoverso)
Kita terlalu takut untuk memerhatikan berlebihan seseorang yang sama sekali tidak peduli. (Eleanor Roosevelt)
Kita tidak akan mungkin lupa rasa pahit secangkir kopi, seperti halnya cinta yg tak pernah lupa bagaimana rasanya dilukai.
Kita tidak akan pernah mendapatkan sesuatu jika kita terlalu menginginkannya. Kita tidak akan pernah mengerti hakikat memiliki, jika kita terlalu ingin memilikinya. (Tere Liye)