Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai. (Haruki Murakami).
Arti kata Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai. (Haruki Murakami). / arti Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai. (Haruki Murakami). / definisi Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai. (Haruki Murakami). / pengertian Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai. (Haruki Murakami). / apa arti Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai. (Haruki Murakami). :
Kata Kesedihan
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 94 |
| Jumlah Kata | : | 14 |
Kata Terkait
Seorang teman mewakili dunia ini untuk kita, dunia tidak akan lahir sampai mereka muncul. Dan hanya dengan pertemuan itu, dunia itu lahir. (Anais Nin)
Seorang teman tidak bisa dianggap teman sampai ia diuji dalam tiga kesempatan: pada waktu dibutuhkan, sikap di belakang anda, dan setelah kematian Anda. Ali ibn abi Talib
Seorang wanita yang baik dicintai oleh banyak pria, tetapi hanya mencintai seorang pria.
Seorang wanita yang baik dicintai oleh banyak pria, tetapi hanya mencintai seorang pria.
Sepandai-pandai menyimpan Istri Muda, akhirnya Tua juga. Sepandai-pandainya menyimpan Pacar kedua, akhirnya ketahuan juga.
Seperti hujan, kamu. Rindu adalah gerimis yang melebat tiba-tiba. Mengalitkan kamu ke dalam anganku. Selalu, dan tiba-tiba.
Sepi dan aku adalah satu. (adrie)
Seringnya aku berjalan tunduk padamu, membuat ku lupa dan tak sadarkan diri, dan ternyata kita telah menjauh. (anonim).
Sesekali jadilah film kartun: dijepit, digilas, bangkit lagi. (Dahlan Iskan)
Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan. (Dee)