Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Sesekali jadilah film kartun: dijepit, digilas, bangkit lagi. (Dahlan Iskan)
Arti kata Sesekali jadilah film kartun: dijepit, digilas, bangkit lagi. (Dahlan Iskan) / arti Sesekali jadilah film kartun: dijepit, digilas, bangkit lagi. (Dahlan Iskan) / definisi Sesekali jadilah film kartun: dijepit, digilas, bangkit lagi. (Dahlan Iskan) / pengertian Sesekali jadilah film kartun: dijepit, digilas, bangkit lagi. (Dahlan Iskan) / apa arti Sesekali jadilah film kartun: dijepit, digilas, bangkit lagi. (Dahlan Iskan) :
Kata Bijak
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 76 |
| Jumlah Kata | : | 10 |
Permalink:
satutap.link/kamus/kata_mutiara/sesekali-jadilah-film-kartun-dijepit-digilas-bangkit-lagi/
Kata Terkait
Sepandai-pandai menyimpan Istri Muda, akhirnya Tua juga. Sepandai-pandainya menyimpan Pacar kedua, akhirnya ketahuan juga.
Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai. (Haruki Murakami).
Seperti hujan, kamu. Rindu adalah gerimis yang melebat tiba-tiba. Mengalitkan kamu ke dalam anganku. Selalu, dan tiba-tiba.
Sepi dan aku adalah satu. (adrie)
Seringnya aku berjalan tunduk padamu, membuat ku lupa dan tak sadarkan diri, dan ternyata kita telah menjauh. (anonim).
Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan. (Dee)
Seseorang akan menjadi kuat apabila melindungi seseorang yang dicintainya. (Haku)
Seseorang bahagia bukan karena ia memliki banyak hal, tetapi karena dia tidak membandingkan apa yang dia miliki dengan milik orang lain.
Seseorang tak akan pernah tahu betapa dalam kadar cintanya sampai terjadi sebuah perpisahan. (Kahlil Gibran)
Seseorang yang cakap, namun rendah hati seperti perhiasan yang nilainya sama dengan sebuah kerajaan. (William Penn)