Home
Kata MutiaraIndonesiaAcehBaliBanjarBatakBekasiBetawiBugisCirebonGayoJawaKawiLampungLembakMakassarManadoMedanMinangNgapakOsingPapuaSasakSemarangSundaWalikanBiologiEkonomiEkonomi SyariahFarmasiFiqih IslamGaulGeografiGiziHukumInvestasiKedokteranKepolisianKesehatanKimiaMiliterLatinOtomotifPelayaranPerbankanPeribahasaPertambanganPertanianPKnPolitikPsikologiSansekertaSejarahSosiologiTeknologiTradingUngkapan
KAMUS PINTAR - KATA_MUTIARA
Disempurnakan Dengan AI Beta v2608.1
Seringnya aku berjalan tunduk padamu, membuat ku lupa dan tak sadarkan diri, dan ternyata kita telah menjauh. (anonim).
Arti kata Seringnya aku berjalan tunduk padamu, membuat ku lupa dan tak sadarkan diri, dan ternyata kita telah menjauh. (anonim). / arti Seringnya aku berjalan tunduk padamu, membuat ku lupa dan tak sadarkan diri, dan ternyata kita telah menjauh. (anonim). / definisi Seringnya aku berjalan tunduk padamu, membuat ku lupa dan tak sadarkan diri, dan ternyata kita telah menjauh. (anonim). / pengertian Seringnya aku berjalan tunduk padamu, membuat ku lupa dan tak sadarkan diri, dan ternyata kita telah menjauh. (anonim). / apa arti Seringnya aku berjalan tunduk padamu, membuat ku lupa dan tak sadarkan diri, dan ternyata kita telah menjauh. (anonim). :
Kata Kesedihan
Informasi Kata
| Jumlah Huruf | : | 119 |
| Jumlah Kata | : | 18 |
Kata Terkait
Seorang wanita yang baik dicintai oleh banyak pria, tetapi hanya mencintai seorang pria.
Sepandai-pandai menyimpan Istri Muda, akhirnya Tua juga. Sepandai-pandainya menyimpan Pacar kedua, akhirnya ketahuan juga.
Seperti hilang arah, ketika kamu mencintai tapi tak tahu apa yang dicintai. (Haruki Murakami).
Seperti hujan, kamu. Rindu adalah gerimis yang melebat tiba-tiba. Mengalitkan kamu ke dalam anganku. Selalu, dan tiba-tiba.
Sepi dan aku adalah satu. (adrie)
Sesekali jadilah film kartun: dijepit, digilas, bangkit lagi. (Dahlan Iskan)
Sesempurna apapun kopi yang kamu buat, kopi tetap kopi, punya sisi pahit yang tak mungkin kamu sembunyikan. (Dee)
Seseorang akan menjadi kuat apabila melindungi seseorang yang dicintainya. (Haku)
Seseorang bahagia bukan karena ia memliki banyak hal, tetapi karena dia tidak membandingkan apa yang dia miliki dengan milik orang lain.
Seseorang tak akan pernah tahu betapa dalam kadar cintanya sampai terjadi sebuah perpisahan. (Kahlil Gibran)